Di daerah Ambon, masyarakat Indonesia, khususnya, mengenal dengan baik sosok legenda bernama Nenek Luhu. Keberadaannya yang misterius dan hilang di kota Ambon menciptakan kehebohan di kalangan anak-anak maupun orang dewasa.
Tokoh dalam cerita rakyat dari Maluku ini adalah sosok misterius dengan kaki sebelah manusia serta sebelah lagi seperti kaki kuda. Sang nenek dikabarkan sering muncul saat hujan deras yang disertai dengan cuaca panas. Konon, menurut warga setempat, tokoh ini memiliki kemampuan menculik siapa saja yang berani terlihat olehnya, khususnya anak-anak. Berikut ini kisah lengkapnya.
Legenda Nenek Luhu
Awal mula kisah Nenek Luhu dimulai dengan cerita sebuah kerajaan. Pada zaman dulu, di Negeri Luhu, yang terletak di Pulau Seram, di daerah Ambon, hiduplah seorang raja. Raja Gimalaha Luhu Tuban namanya. Sang permaisurinya bernama Puar Bulan. Pasangan kerajaan ini memiliki tiga anak: Sabadin Luhu, Kasim Luhu, dan Ta Ina Luhu, sang anak sulung. Kerajaan Luhu terkenal karena kekayaannya, dan kabar tersebut sampai ke telinga penjajah Belanda di Kota Ambon.
Belanda, bermarkas di Ambon, menyerang Negeri Luhu di Pulau Seram. Dalam serangan itu, seluruh keluarga Raja tewas, kecuali putri sulung, Ta Ina Luhu, yang ditangkap dan dibawa ke Ambon untuk dijadikan istri panglima perang Belanda.
Ta Ina Luhu Melarikan Diri dari Belanda
Ta Ina Luhu, yang menjadi tokoh utama dalam legenda Nenek Luhu ini, menolak keras menjadi istri panglima perang Belanda karena perlakuan yang tidak masuk akal. Dia pun merencanakan untuk melarikan diri dan berhasil melarikan hingga dia sampai di Negeri Soya.
Di sana dia dianggap sebagai keluarga kerajaan. Namun, setelah dihamili oleh serdadu Belanda, Ta Ina Luhu merasa tidak enak merepotkan keluarga di Negeri Soya, sehingga ia melarikan diri lagi.
Kembali Melarikan Diri
Kelanjutan cerita Nenek Luhu ini mengisahkan pelarian kedua dari Ta Ina Luhu. Di malam hari, Ta Ina Luhu memutuskan untuk melarikan diri secara diam-diam. Dia menemukan seekor kuda milik Raja Soya dan bergegas pergi bersamanya melalui hutan yang sepi dan menakutkan. Walau ketika itu malam cukup dingin, Putri Raja Luhu tak berhenti memacu kudanya ke arah puncak gunung.
Setibanya di puncak gunung, Ta Ina Luhu berhenti dan terpesona oleh pemandangan Teluk Ambon yang indah. Pemandangan itu sejenak mengobati luka hatinya. Setelah itu, tiba-tiba sang putri terjatuh dari kudanya hingga dia pingsan. Dia sudah tak tahan dengan kelelahan yang dialaminya setelah perjalanan yang cukup jauh.
Tidak lama kemudian, ia sadar kembali. Dengan sisa-sisa tenaganya, Ta Ina Luhu mencoba untuk bangkit dan berdiri di samping kudanya. Setengah sadar, dia membawa kudanya menuju ke sebuah pohon jambu dengan daun yang rindang dan buahnya lebat. Sesudah itu, kudanya dia ikat pada pohon jambu, sang putri pun kemudian tertidur nyenyak di bawahnya.
Pencarian Ta Ina Luhu oleh Para Prajurit Raja
Cerita Nenek Luhu kemudian beralih ke Negeri Soya. Kabar perginya Ta Ina Luhu ini kemudian terdengar oleh orang istana. Sang raja memerintahkan prajuritnya untuk membawa Ta Ina Luhu kembali.
Di pagi hari, Ta Ina Luhu yang tertidur lelap di bawah pohon tiba-tiba terbangun karena ada suara prajurit yang memanggil-manggil namanya dan mengajaknya pulang. Kemudian Ta Ina Luhu pun segera menaiki kuda dan pergi menjauh dari sumber suara itu. Akan tetapi, para prajurit berhasil menyusulnya.
Setelah tertangkap, Ta Ina Luhu memohon kepada prajurit agar membiarkannya pergi dari kerajaan. Namun, permintaannya ditolak. Ta Ina Luhu merasa malu jika dia kembali ke kerajaan karena akan membuat repot orang istana karena kehamilannya. Sebab itulah, dia tak henti-hentinya memohon supaya dibiarkan pergi pergi.
Munculnya Sebutan Nenek Luhu
Akhir cerita Nenek Luhu dimulai dengan doa Ta Ina Luhu. Seraya berserah diri, kemudian Ta Ina Luhu berdoa kepada Tuhan supaya bisa bebas dari para prajurit yang hendak membawa dirinya kembali ke istana. Berkat doanya, keajaiban pun terjadi. Secara tiba-tiba sang putri menghilang dari kepungan para prajurit, Mereka pun jadi bingung dibuatnya.
Semenjak menghilang di hari itu, dikabarkan sang putri tak pernah muncul lagi. Kabar mengenai keberadaannya pun tidak diketahui. Setelah Ta Ina Luhu menghilang secara misterius, kemudian mulailah muncul kejadian yang terjadi di masyarakat sekitar.
Semenjak itu, secara misterius banyak sekali anak kecil yang hilang dan tak diketahui keberadaannya. Masyarakat pun mulai percaya kalau anak-anak tersebut diculik oleh Nenek Luhu, yaitu Ta Ina Luhu.
Makna Cerita
Dari kisah Nenek Luhu ini kita kita mendapatkan pelajaran mengenai kekuatan dari Tuhan. Ketika berada dalam situasi yang sulit, jangan lupa untuk memohon pertolongan Tuhan karena hanya Dia-lah yang bisa menyelamatkan kita.
